Prospect Park Media

Pencairan kredit bank berperan penting dalam pemulihan ekonomi pada tahun 2021

Pemulihan ekonomi tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan dana APBN dan dana Bank Indonesia. Makanya, penyaluran dana kredit harus digenjot

Ekonom Universitas Padjadjaran Aldrin Herwany menilai penyaluran kredit perbankan kepada pelaku usaha akan menjadi kunci pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021.

“Pemulihan ekonomi tidak akan maksimal jika hanya mengandalkan dana APBN dan dana Bank Indonesia. Makanya, penyaluran dana kredit harus digenjot,” kata Herwany dalam seminar online di Jakarta, Senin Berita Teknologi Terbaru .

Ekonom berkomentar bahwa suku bunga saat ini telah jatuh, dan permintaan kredit tinggi, meskipun pasokan kredit masih sangat rendah.

Herwany menjelaskan, rendahnya penyaluran kredit tersebut bukan karena perbankan terombang-ambing karena kekurangan uang, melainkan karena dianggap masih memiliki risiko tinggi dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha.

“Saya survei beberapa bulan lalu ketika ada pandemi di bulan April. Debiturnya bagus dan lancar, tapi sekarang bermasalah dengan kredit modal kerja. Saat mengajukan kredit, apa yang terjadi dengan bank kita? Bankir kita dengan sopan menolak, “dia menunjukkan.

Herwany mengaku telah melakukan survei terhadap 50-70 debitur kelas menengah ke atas yang merupakan nasabah bank eksisting yang dikategorikan tidak lalai membayar cicilan kreditnya, namun permohonan kredit modal kerja mereka ditolak oleh bank.

Menurut ekonom tersebut, beberapa pelaku usaha, khususnya korporasi, saat ini membutuhkan pinjaman modal kerja untuk menjaga kelangsungan operasional agar tidak terjadi PHK Kunci Jawaban Brain Out .

Bank menawarkan persyaratan kredit yang lebih berat dan tidak biasa seperti pada kondisi sebelum pandemi COVID-19, sehingga pada akhirnya debitur secara rutin melakukan penarikan dan akhirnya kredit tidak bertambah.

Herwany mencatat, kondisi tersebut disebabkan oleh perbedaan persepsi terkait risiko dan kondisi perekonomian saat ini antara pemerintah, Bank Indonesia, dan perbankan.

Baca Juga : Madu Yang Harus Dibeli?

Ekonom menyoroti pentingnya semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan bank sering berkumpul untuk membahas dan menyamakan persepsi melalui focus group discussion (FGD) atau lainnya. rapat.

“Diharapkan pada tahun 2021, regulator dan pelaku industri khususnya perbankan dapat duduk bersama. Harapannya, ekspansi kredit bisa berjalan,” imbuh Aldrin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *