Prospect Park Media

Mengenali Bili’u, Pakaian Tradisi Gorontalo untuk Pengantin Wanita

Pakaian tradisi ciri khas Gorontalo, Bili’u, kembali lagi trending di jaringan sosial media (sosmed). Itu bersamaan masalah performa kreasi pakaian tradisi Bili’u di sosial media instagram, yang dikenai oleh salah seorang peserta penyeleksian Putra-Putri Kebudayaan Indonesia.

Lalu semacam apa pakaian tradisi Bili’u? Berikut keterangan tentang pakaian tradisi Bili’u yang diambil buku Tata Upacara Tradisi Gorontalo (Dari Upacara Tradisi Kelahiran, Perkawinan, Penyambutan Tamu, Pengukuhan serta Pemberian Gelar Tradisi sampai Upacara Tradisi Pemakaman), yang dicatat oleh H.Medi Botutihe serta Parha Daulima, tahun 2003.

Bili’u ialah baju tradisi kebesaran, yang digunakan oleh pengantin wanita. Bili’u mengadung arti jika si gadis jadi pengantin, diangkat serta dikukuhkan untuk Ratu Rumah Tangga. Bili’u terbagi dalam:

Baya lo Boute: yakni ikat kepala yang memberi dua pemahaman:
Jika si ratu sudah terikat dengan satu tangung jawab.
Jika semua hasil pertimbangan berdasar alasan kebijakan yang masak, untuk kebutuhan banyak orang.

Layi-layi: yakni bulu unggas yang banyak ditempatkan pada ikat kepala sisi depan, pas di atas ubun-ubun. Bulu unggas dikiaskan pada kehalusan budi pekerti yang luhu seperti kehalusan bulu unggas. Layi-layi dikasih warna merah muda, serta putih yang melambatgkan keberanian serta kesucian.

Ponge-Mopa: yakni tangkai-tangkai sejumlah 6 buah. Dimisalkan pada enam orang Bubato atau penopang tradisi yang terdiri satu orang Baate, satu orang Tuntungiyo/Wu’u, dan empat orang Kimahala (pelaksana tradisi).
“Dalam artian pada baju Bili’u, jika si ratu berkewajiban selalu untuk terima pertimbangan-pertimbangan aparat bawahan,” catat Botutihe serta Daulima.Pangge (4 buah): yakni tongkat sekitar 4 buah yang menghiasi sisi belakang dari ikatan kepala. Pangge mendefinisikan jika Si Ratu berkewajiban selalu untuk terima pertimbangan-pertimbangan aparat bawahan.

Tutuhi (tuhi-tuhi): yakni galah sekitar 7 buah yang panjangnya semakin besar dari lainnya Budaya Indonesia . Tuhi-tuhi dimisalkan pada 2 kerajaan, yakni “Hulontalo-Limutu, serta Limutu-Hulontalo”, dan lima kesatuan kerajaan. Yakni Kerajaan Tuwawa (Suwawa); Kerajaan Limutu; Kerajaan Hulontalo; Kerajaan Bungalo; dan Kerajaan Atinggola.

Huli, yang berarti belakang. Yakni hiasan yang diberikan di bagian dari Bili’u, serta terbagi dalam dua batang daun-daunan serta ditancapkan pada ujung kiri-kanan dari baalanga (kerangka).
“Huli dimisalkan pada dua jalan aparat tradisi yakni pegawai syara’ serta Talenga (unit pahlawan keamanan), Pulubala di Limboto,” jelas Botutihe serta Daulima.